Home Tokoh Algoritme Al-Khawarizmi dalam Jejak Komputer Modern

Algoritme Al-Khawarizmi dalam Jejak Komputer Modern

138
0

Oleh: Fakhri Abdul Gaffar Ibrahim

Perkembangan teknologi di abad ke-21 menjadikan komputer melekat erat dalam segala lini kehidupan. Kemajuan yang pesat ini dipengaruhi oleh perkembangan beberapa disiplin ilmu pengetahuan di masa sebelumnya. Gagasan mesin hitung mekanik Charles Babbage, seorang matematikawan asal Inggris bisa disebut gagasan pondasi tentang komputer modern yang dapat diprogram. Begitupula proyek Bletchley Park dikomandoi oleh matematikawan dan kriptoanalis Inggris Alan Turing yang menelurkan mesin Turing, dimana ia membawa sekutu meraih kemenangan atas Jerman di Eropa pada perang dunia ke-2, dengan memecahkan mesin sandi Enigma milik Jerman.

Mesin Turing sendiri menjadikan metode analisis frekuensi yang dikembangkan oleh al-Kindi sebagai konsep dasar yang nantinya menjadi cikal bakal dari komputer digital (Al-Kadi, 2001:107).  Sementara matematika Biner yang digunakan dalam pemograman didasari oleh modul algoritme Al-Khawarizmi dan menjadi gerbang untuk kemajuan pesat bagi komputer digital dan pemogramannya. Kata algoritme sendiri berasal dari namanya Al-Khawarizmi.

Al-Khawarizmi adalah seorang matematikawan muslim dari abad ke- 8 yang mengubah matematika dari digit ke huruf dan memberikan dimensi pragmatis ke ilmu Matematika. Namanya menjadi abadi dalam sejarah aljabar dan algoritme (Sy ahid, 2018). Dia memperkenalkan ke dunia Islam dan selanjutkan ke Eropa, sistem penomeran arab yang diadaptasi dari India dengan 10 simbol (1,2,3…0).

Abu Jafar Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi lahir pada 180 H/795 M di Khawrizm, yang sekarang menjadi kota Khiva di Uzbekistan terletak di Asia tengah. Keluarganya merupakan keturunan Persia yang telah lama penetap di kota Khawarizm. Hidup di masa tiga rezim khalifah Abbasyiah Al-Ma’mun, Al-Mustashim dan Al-Watshiq, dikenal sebagai masa keemasan translasi buku dan ilmu pengetahuan ke bahasa Arab.

Di masa itu Bait al-Hikmah menjadi pusat riset, penerjemahan dan publikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh cendikiawan tak terkecuali Al-Khawarizmi. Ia bergabung disana ketika menginjak usia 20 Matematika, geografi, astronomi dan sejarah menjadi bidang yang diminatinya. Al-Khawarizmi menulis di semua cabang matematika: aritmatika, aljabar, geometri dan trigonometri. Dia juga menulis tentang astronomi, geografi, sejarah, dan musik, buku surat al-ardh untuk geografi, kitab Al-Zij untuk astronomi, kitab al-Tarikh untuk sejarah dan Karyanya yang paling fenomental adalah kitab Al-Mukhtasar fil hisab Al-jabar Wal-Muqabla yang membahas aljabar menjadi tiga bagian. Matematikawan muslim ini menghabiskan seluruh hidupnya di Baghdad dan wafat di tahun 234 H/847 di kota yang sama.

Al-Khawarizmi juga menemukan konsep algoritme yang membawa matematika kedalam era baru, algoritme diambil dari Al-Khawarizmi yang lebih dikenal oleh literasi barat Algorizm. Algoritme adalah kunci dari bidang ilmu komputer, karena banyak bidang ilmu komputer yang lahir berdasakan konsep algoritme ini. Aligoritme didefinisikan sebagai susunan langkah-langkah sistematis dan juga logis dalam pemecahan masalah, jadi tidak terbatas untuk ilmu Komputer tapi juga berlaku dalam segala aspek.

Komputer digital yang kita kenal sekarang memiliki empat elemen fungsional dasar: (1). Perangkat input-output, (2). Memori utama, (3). Unit kontrol, dan (4) Unit aritmatika-logika. Sejumlah perangkat digunakan untuk memasukkan data dan instruksi program ke komputer dan untuk mendapatkan akses ke hasil operasi pemrosesan. Perangkat input umum termasuk keyboard dan pemindai optik; perangkat output termasuk printer dan monitor. Informasi yang diterima oleh komputer dari unit inputnya disimpan dalam memori utama atau, jika tidak segera diproses maka disimpan dalam perangkat penyimpanan tambahan.

Unit kontrol memilih dan menjalankan instruksi dari memori dalam urutan yang sesuai dan menyampaikan perintah yang tepat ke unit yang sesuai. Ini juga menyinkronkan kecepatan operasi yang bervariasi dari perangkat input dan output dengan unit logika-aritmatika (ALU) untuk memastikan pergerakan data yang tepat melalui seluruh sistem komputer. ALU melakukan algoritme aritmatika dan logika yang dipilih untuk memproses data yang masuk dengan kecepatan sangat tinggi. Memori utama, unit kontrol, dan ALU bersama-sama membentuk central processing unit (CPU) dari sebagian besar sistem komputer digital, sedangkan perangkat input-output dan unit penyimpanan tambahan merupakan peralatan periferal komputer.

Selain algoritme salah satu kontribusi terbesar Al-Khawarizmi adalah memperkenalkan angka ‘0’ dalam sistem penomeran Arab, yang nantinya diadaptasi oleh dunia Barat. Angka nol sendiri merupakan bagian terpenting dalam kode biner yang merupakan dasar dari pembentukan program komputer. Seandainya angka nol ini tidak sampai ke Barat, ahli matematika dan ahli logika bahasa Inggris George Boole tidak mungkin dapat merumuskan apa yang sekarang disebut Aljabar Boolean. Yang nantinya sangat penting dalam evolusi komputer digital, Boole membahas analogi antara simbol-simbol aljabar dan simbol-simbol logika yang digunakan untuk mewakili bentuk-bentuk logis dan silogisme. Formulanya yang beroperasi hanya pada 0 dan 1, mendasari teori dan prosedur switching komputer . Wallahu a’lam bi al-Shawab

*penulis merupakan pimpinan redaksi majalah La Tansa 2018-2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here