Judul buku      : 5 Cahaya Nasihat Abu Bakar
Penulis           : M. Irja Nasrullah Majid
Penerbit          : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Cetakan          : Pertama, Solo, Juli 2016
Tebal buku      : 220 hal.
ISBN              : 978-602-0894-32-4

5 Cahaya Nasihat Abu Bakar merupakan buah karya dari Irja Nasrullah. Penulis merupakan seorang Azhari yang menyelesaikan S1-nya di Universitas al-Azhar, Kairo, jurusan Tafsir dan ‘Ulumul Qur’an. Kini melanjutkan program pascasarjana di universitas yang sama. Beliau termasuk Azhari yang mempunyai tingkat integritas yang tinggi, terbukti dengan prestasi dan karya-karya beliau yang membanggakan.

Judul buku ini diambil dari perluasan nasihat Abu Bakar, yang termaktub dalam kitab Nashāih al-‘Ibād karya Syekh Muhammad Nawawi Ibnu Umar al-Jawi. Kitab Nashāih al-‘Ibād sendiri merupakan uraian dari kitab al-Munabbihāt ‘Ala al-Isti’dāt Liyaum al-Madād karya seorang ulama besar, Ibnu Hajar al-Atsqalani.

“Diriwayatkan dari Abu Bakar al-Shiddiq: “Kegelapan itu ada lima dan lampu penerangnya ada lima, yaitu (i) cinta dunia adalah termasuk kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah takwa. (ii) Berbuat dosa adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah tobat. (iii) Kubur adalah termasuk kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah bacaan La ilaha illallah Muhammadur-rasulullah. (iv) Akhirat adalah kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah amal shalih. Dan (v)  jembatan shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) itu juga termasuk kegelapan, sedangkan lampu penerangnya adalah yakin.”

Membaca buku ini pembaca seolah-olah diajak memasuki gerbong kereta yang memiliki jendela kaca yang lebar di mana sang penulis ibarat seorang “guide” yang sedang menjelaskan kepada para penumpang seluruh keadaan di luar kereta. Mulai dari tempat-tempat bersejarah dan asal-usulnya, bagaimana cara menjalani hidup di dalamnya, serta tujuan akhir dari perjalanan kereta tersebut.

Dalam buku ini, penulis memaparkan secara gamblang semua permasalahan dari kejadian sehari-hari yang seolah bagai kegelapan karena belum nampak cahaya atau solusinya. Maka dari itu buku ini berperan sebagai media perenungan dan instropeksi diri sehingga dapat menuntun pembaca untuk menjalani hidup secara lebih positif serta memberikan langkah-langkah solutif dalam menghadapi kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Seperti kebanyakan buku lainnya buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Di antara kelebihannya adalah, buku ini memiliki cover yang senada dengan judulnya. Gambar lilin-lilin di malam hari yang menggambarkan lima cahaya penerang dari lima kegelapan. Di sela-sela halaman terdapat kata-kata mutiara yang dicetak sedikit berbeda dari tulisan lainnya.

Penulis menggunakan gaya bahasa yang ringan meskipun isinya berbobot dan alurnya tersusun secara sistematis, sehingga bisa menjaga semangat pembaca untuk terus membacanya hingga akhir. Setiap sub bab diusung dengan dalil-dalil al-Quran dan hadis sehingga meningkatkan tingkat kesahihan maklumat yang disampaikan.

Informasi yang disajikan sangat lengkap bahkan penulis menyajikan beberapa informasi dengan tabel untuk memudahkan pembaca dalam memahami informasi tersebut. Beliau mengangkat peristiwa yang ada di sekitar dan mengungkap fakta dari sudut pandang yang berbeda.

Penulis sering memberikan renungan lewat analogi sederhana tentang kejadian di sekitar. Lebih lanjut, buku ini memaparkan poin-poin atau langkah-langkah dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan sehingga sangat patut menjadi rujukan bagi para pembaca untuk menjalani hidup dengan baik dan benar.

Selain kelebihan buku ini juga memiliki kekurangan. Kekurangannya menyebabkan keganjilan di beberapa tempat. Masih ada salah ketik dan hilangnya spasi di beberapa halaman. Semoga kesalahan tersebut tidak terulang pada edisi selanjutnya.

Di setiap bab buku ini menyuguhkan renungan yang menggugah jiwa, sehingga dapat membuat pembaca tersadar berkali-kali dari kelalaiannya. Semoga hikmah dan pesan dari penulis bisa mengalir dalam diri pembaca dan bisa menuntunnya agar bisa menjalani hidup lebih baik lagi. āmîn, ya Rabbal ‘ālamîn.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here