Home Al Azhar Sebuah Pesan Untuk Para Pemuda

Sebuah Pesan Untuk Para Pemuda

963
0

 

Oleh: Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib (Grand Syekh Al-Azhar Al-Syarif)

Prolog

Al-Azhar menaruh perhatian yang sangat besar terhadap para pemuda, sebab masa depan umat berada di tangan mereka. Karena itu kita harus mengarahkan mereka semua demi terwujudnya kemajuan ilmu, teknologi dan peradaban; sehingga kita dapat menyusul bangsa-bangsa yang telah maju dan ikut menentukan masa depan umat ke arah yang lebih baik.

Demi merealisasikan ini semua dibutuhkan norma agama dan akhlak yang berlandaskan wahyu dari Allah Swt.  Hal ini bertujuan untuk meringankan penderitaan umat, akibat kebijakan global yang tidak mengindahkan ajaran para utusan Allah.

Saat ini saya mengajak semua untuk memberikan kepercayaan kepada para pemuda, agar ikut berkontribusi melalui dialog yang konstruktif. Saya pun turut menghimbau kepada anak-anakku, para pemuda, untuk menjaga akal pikirannya agar tidak termakan propaganda yang mengaitkan aksi terorisme dengan Islam. Bukankah kalian sudah tahu bahwa agama dan kekerasan adalah hal yang bertolak-belakang dan mustahil bertemu.

Wahai para pemuda…

Berhati-hatilah! Bahwasanya terorisme dengan segala nama, julukan dan slogannya, tidaklah mengenal Islam dan Islam pun tidak mengenalnya. Adapun semua observasi terhadap dasar –pemahaman– terorisme di dalam al-Qur`an dan syariatnya merupakan penyesatan bagi umat manusia dan penyimpangan terhadap konsep penalaran logis yang benar.

Wahai para pemuda…

Hendaklah kalian memerangi berbagai pemikiran destruktif yang menyeru kepada konflik, kekejaman, maupun kebencian. Saya sangat yakin bahwa kalian akan menjadi duta perdamaian dan kasih sayang, dimana misi kalian adalah bagaimana menciptakan dunia baru yang terbebas dari pertumpahan darah, kemiskinan, penyakit, dan kebodohan.

Wahai para pemuda…

Sesungguhnya pemicu terjadinya berbagai penderitaan yang hingga saat ini dialami oleh umat manusia adalah maraknya pemikiran materialistis dan ateis, serta ketidakadilan dalam menentukan kebijakan politik hingga mengabaikan norma-norma agama. 

Wahai para pemuda…

Saya tahu bahwa kalian bertanya-tanya tentang teror, ISIS ataupun kelompok sejenisnya. Saya pun yakin kalian mengetahui motif aksi berbagai kelompok tersebut, perkara di dalamnya, latar belakang yang memicu kekejamannya, juga bagaimana ia dibentuk untuk memenuhi kepentingan oknum-oknum tertentu. Kini terlihatlah permainan yang mereka lakukan, dan terungkaplah apa yang mereka tutupi.

 Mungkin kalian pernah mendengar para pemimpin negara yang saling menuduh perihal pembelian minyak bumi dari para kelompok teror di negara Arab. Barangkali kalian juga akan bertanya-tanya sepertiku: Apakah untuk mengakhiri kekuasaan seorang penguasa —meskipun ia diktator— harus ditempuh dengan memusnahkan negara dan rakyat, juga dengan membunuh tiga perempat juta lelaki, perempuan dan anak-anak di dalam satu negara dan satu peperangan? Saya serahkan jawaban menyedihkan ini kepada kecerdasan dan kesadaran kalian, sebab generasi kalian lebih memahami kondisi ini dan berbagai implikasinya, daripada generasi kami yang sudah menuju senja.

 Wahai para pemuda…

Terkait kerangka umum yang saya sampaikan di atas, maka saat ini kalian harus bergerak, berfikir dan sadar! Kemudian kalian juga harus mengetahui secara pasti batasan-batasan pemisah antara akal yang dipandu oleh wahyu Ilahi dengan akal liar yang menghancurkan segala sesuatu. Ketahuilah bahwasanya akal dan wahyu itu mempunyai ranahnya masing-masing. Mencampuradukkan keduanya atau terlalu bergantung kepada salah satunya yang bukan pada ranahnya, akan menyebabkan kekacauan.

Ketahuilah bahwa kebebasan akal atau berpikir itu disebabkan karena runtuhnya batas-batas pemisah antara dua ranah ini, di mana akal itu adakalanya terpeleset serta terlepas kepada kekufuran dan menyesatkan manusia, atau kepada penutupan, penarikan diri dan mengkafirkan manusia.  Semua hal tersebut merupakan penyakit jiwa dan akal yang tujuannya adalah menyesatkan serta menggagalkan cara berpikir dan penalaran.

Sungguh hebat apa yang telah ditetapkan oleh para pakar ilmu Kalam dalam masalah ini; dari perbedaan terperinci yang sudah mereka jelaskan antara dalil ‘aqliy (logika), dalil naqliy (wahyu) dan porsinya masing-masing, serta bagaimana sebuah pembatalan terhadap salah satu dari keduanya demi memenangakan yang lain, yang akan merobohkan dan membatalkan kedua dalil sekaligus.

 Hal lain yang ingin saya sampaikan kepada kalian adalah masalah loyalitas kepada negara,  terutama pada masa transisi  yang dialami oleh Mesir dan keseluruhan bangsa Arab. Wahai pemuda, hal yang wajib kita lakukan bersama ialah bertanggung jawab atas beban yang dipikul serta menjalankan amanat negara, karena semua ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah nantinya. Mau tidak mau, ini semua akan menjadi tanggung jawab kalian di dunia yang akan terekam oleh sejarah dan dikenang oleh masa, sebab sejarah itu “tidaklah berbelas kasih” sebagaimana yang mereka katakan.

Berusahalah agar catatan kenegaraan anda tetap putih bersih dalam lembaran sejarah. Usahakan agar anda dikenang generasi selanjutnya dengan pujian dan pengakuan atas kebaikan, sebagaimana kami —saat ini— yang mengingat para pemuda Mesir pada abad lalu dengan kekaguman dan penghormatan atas keteguhan mereka dalam menghadapi kolonialisme, menggagalkan misi para pengintai dan pelaku perusakan di bumi Mesir saat itu

Bangkitlah untuk kemaslahatan negara ini, yang mana darinya kita makan dan minum dari kekayaannya, belajar serta berekreasi di atas tanahnya. Janganlah menjadi orang-orang yang menerima kenikmatan negara dengan tangan kanannya lantas menikamnya dari belakang dengan tangan kirinya, sebab bukan seperti inilah sifat seorang pemuda yang berbudi luhur dan memiliki kewibawaan serta kesetiaan.

Wahai para pemuda yang tangguh…

Di akhir, saya ingin menegaskan kepada kalian bahwa Al-Azhar Al-Syarif  sangat senang membuka pintunya untuk menerima kontribusi pemikiran dan ide-ide cemerlang kalian semua, guna  mendukung misi penyebaran budaya perdamaian sosial dalam tataran regional, nasional hingga internasional. Serta untuk menegaskan persaudaraan kemanusiaan dan persahabatan Internasional, mengokohkan pemikiran agama dan syariat yang benar pada akal generasi muda pemuda untuk melindungi mereka dari polarisasi pemikiran yang melenceng, seruan ekstrimisme, pembunuhan serta peperangan di tengah perdamaian umat.

Saya berharap kalian semua terlibat bersama para ulama dan pemuda Al-Azhar dalam berbagai dialog, di mana kami dapat mengenal kalian dan mengetahui permasalahan kalian, sebagaimana kalian dapat mengenal pemuda Al-Azhar dan permasalahannya.

(Tulisan ini diterjemahkan dari artikel berjudul “Risâlah ilâ Syabâb” yang dimuat di koran Sout al-Azhar)

Penerj: Forum Terjemah IKPM Kairo

Editor: MS Yusuf Al-Amien (Editor Pusat Terjemahan Al-Azhar)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here