Home Artikel Pemuda, Tangan Kaki Pembuka Peradaban.

Pemuda, Tangan Kaki Pembuka Peradaban.

325
0

Oleh: Balqis Ilma*

Pemuda, merupakan kelompok masyarakat yang paling diharapkan untuk membangun peradaban, melanjutkan perjuangan. Menduduki peran sebagai harapan generasi yang dibanggakan karena buah pendidikan yang dilakukan dari generasi sebelumnya, sekaligus tonggak ukur untuk generasi setelahnya. Sayangnya, realita saat ini berbanding terbalik dengan pernyataan tersebut. Sebagaimana kilas balik Islam yang tegak pada masa Rasulullah Saw tidaklah karena faktor dukungan dan pergerakan pemudanya. Perjalanan sejarah juga membuktikan bahwa pemuda sangat signitif dalam memajukan bangsa, tercatat dalam beberapa momen sejarah, bahwa pemudalah yang menjadi tangan kaki pendobrak pembaruannya.

Masa muda atau usia remaja adalah saat dimana manusia mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Fase dimana, banyak pemuda yang terbawa suasana hingga lalai dan lupa tanggung jawab yang sebenarnya, pun jauh sekali pintasan akan hadirnya kematian yang tidak memandang usia. Badiuzzaman Said Nursi menulis dalam kitabnya Tuntutan Generasi Muda, “Ketahuliah bahwa masa muda pasti berlalu. Jika engkau tidak membatasi diri dalam batasan yang disyariatkan, maka masa muda tersebut akan hilang dan pergi begitu saja, serta engkau akan mendapat bencana, musibah, dan derita di dunia, di alam kubur, dan di alam akhirat, yang jauh melebihi segala kenikmatan yang telah engkau rasakan. Namun jika engkau menggunakan masa mudamu dalam menjaga kehormatan dan kemuliaan, serta taat kepada Tuhan dengan cara menididiknya lewat pendidikan Islam, maka masa tersebut akan terus terjaga dan akan menjadi sarana untuk memperoleh masa muda yang kekal di dalam surga yang abadi kelak.”

Salah satu Hadits juga telah dijelaskan, dari Ibn Umar Ra. meriwayatkan, “Sesungguhnya Rasulullah Saw memanggil saya agar hadir ke hadapannya menjelang perang Uhud dan ketika itu saya berusia empat belas tahun. Rasulullah Saw tidak mengizinkan saya untuk ikut berperang. Kemudian beliau memanggil saya untuk hadir ke hadapannya menjelang perang Khandaq ketika saya berusia lima belas tahun, dan beliau mengizinkan saya untuk berperang.” Nafi’ berkata, “Saya datang kepada Umar bin Abdul Aziz yang merupakan Khalifah pada waktu itu dan menyampaikan riwayat tersebut kepadanya. Ia berkata, ‘Usia ini (lima belas tahun) adalah batas antara anak-anak dan orang dewasa.’ Dan ia memerintahkan kepada para gubernurnya untuk memberikan tunjangan kepada siapa saja yang telah mencapai usia lima belas tahun.” (HR Bukhari)

Dari kutipan hadits diatas, secara eksplisit menjadi dalih akan keutamaan pemuda dalam setiap lini kehidupan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw, dengan adanya ajakan untuk berperang pada usia yang masih terhitung belasan tahun.

Adanya pemuda pada masa Rasulullah Saw adalah pemuda yang patut untuk terus diregenerasikan watak kepribadiannya. Mereka dipilih oleh Allah Swt untuk menemani dan membantu Rasulullah Saw dalam menyebarkan dakwahnya, membela dan menegakkan syari’at Islam. Maka sudah sewajarnya kita mempelajari hikmah dibalik perjuangan tokoh-tokoh dibaliknya.

Tiga dari banyaknya pemuda pada zaman Rasullah Saw yang sudah berjuang untuk membela Islam; Abu Bakar Assidiq. Salah seorang yang pertama masuk Islam setelah dakwah Rasulullah Saw. Dengan rintangan kesukaran disetiap masanya, mereka tidak mengenal kata menyerah untuk memperjuangkan kalimat “Laa Ilaaha illaAllah”. Cobaan yang menimpa tidak mengenal umurnya Abu Bakar yang belia, saat ia melakukan dakwah untuk menyiarkan Islam, tidak sedikit orang Quraisy yang menentangya. Salah satunya terdapat seorang yang dzalim bernama Utbah bin Rabiah, yang berani memukul Abu Bakar Ra hingga terluka dan pingsan. Dan pertama saat Abu Bakar Ra sadar adalah keadaan Rasulullah Saw yang selalu menjadi kekhawatirannya.

Selanjutnya, Abdullah bin Mas’ud. Pemuda yang dipercayai menjadi pemegang rahasia Rasulullah Saw. Bahkan Rasulullah Saw mengizinkan Abdullah memasuki kamar beliau jika perlu, dan menjadi sekretaris pribadi Rasulullah Saw. Sehingga ia mendapat julukkan Shahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasi Rasulullah). Abdullah bin Mas’ud juga mendapat kepercayaan menjadi penanggung jawab penulisan rasm Utsmani pada masa Utsman bin Affan, meski tidak sedikit yang meragukannya, karena umur yang masih belia dan dijadikan bahan fitnah bagi orang yang belum mengenal tujuan dari penulisan rasm Utsmani.

Terakhir, Mush’ab bin Umair. Pemuda yang paling tampan dan kaya dari keturunan Quraisy pada masanya. Dimana ketika Islam datang, ia menjual seluruh dunianya untuk kebahagiaan kekal di akhirat. Meski awalnya dia hidup pada masa jahiliyah selama 14 tahun, dan nyatanya kedatangan Islam kepadanya menjadi penyulut cahaya dalam hatinya. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk agama Islam dan menyembunyikan keIslamannya sebagaimana sahabat lain, untuk menghindari intimidasi kafir Quraisy. Dalam keadaan sulit tersebut, ia tetap menghadiri majelis Rasulullah Saw, hingga ia menjadi salah satu sahabat yang paling dalam derajat keilmuannya. Seiring berjalannya waktu, identitasnya sebagai muslim terdengar oleh kafir Quraisy, akhirnya ia diisolasi bahkan juga mendapat siksaan secara fisik, baik dari kerabat maupun keluarganya. Kemudian Rasulullah Saw mengutusnya ke Madinah dan memberi amanah untuk menyiarkan Islam disana.

Tiga dari sekian banyak kisah para sahabat yang bisa kita jadikan motivasi atas besarnya pengaruh pemuda dalam suatu pergerakan. Suatu pergerakan yang besar tentunya dimulai dari langkah awal. Hikmah dan motivasi pada dasarnya menjadi ikon kedua, karena hanya menjadi jalan untuk membuka pikiran dan hati para pembacanya. Tapi untuk menggerakan kaki, tangan, dan membuatnya melangkah untuk berbuat sesuatu yang menjadi nyata, semua kembali kepada pribadi masing-masing. Tanpa niat dan aksi semua pengharapan menjadi tidak berarti. Maka pada hari bersejarah ini, untuk para pemuda yang selama ini terselimuti oleh kenikamatan semata, mari buka mata dan jangan sia-siakan lagi waktu yang tersisa!

*Penulis adalah Mahasiswi Al-Azhar Jurusan Syariah Islamiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here