Home Artikel Peristiwa Menakjubkan saat Lahirnya Baginda Nabi Saw

Peristiwa Menakjubkan saat Lahirnya Baginda Nabi Saw

331
0

Oleh: Naili Izzah Ramadhani*

Akhlak dan perilakunya adalah Al-Qur`an, sebagaimana yang dikatakan Aisyah Ra dalam salah satu hadis. Allah pun turut menyanjungnya dalam salah satu penggalan ayat al-Qur`an, wa innka la’ala khuluqin adzhîm. Sosoknya merupakan panutan semua makhluk ciptaan-Nya. Ia adalah utusan Allah, pembawa risalah, mahkota dunia, cahaya penerang kegelapan, suami sang ibunda kota Makkah, penebar kebaikan dan keselamatan, sang pembawa perubahan dan masih banyak lagi.

Semua julukan tak akan bisa disebutkan satu-persatu untuk mewakilkan sosok paling mulia di dunia ini, yang mana terlahir dari rahim keluarga yang mulia. Abdullah dan Aminah, merupakan kedua orang tua baginda Nabi Muhammad yang mulia. Beliau pun terlahir dari kalangan keluarga yang baik, seperti yang telah disabdakan Rasulullah Saw dalam hadistnya:

ما رواه سيدنا العباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليا و سلم: إن الله خلق الخلق فجعلني من خيرهم، ثم تخير القبائل فجعلني من خير قبيلة، ثم تخيرالبيوت فجعلني من خير بيوتهم فأنا خيرهم نفسا و خيرهم بيتا (رواه الترمذي)

Rasulullah Saw. bersada: “Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk-Nya dan menjadikanku yang terpilih dari berbagai kelompok; menjadikan bermacam-macam suku kemudian menjadikan aku dari suku terbaik; memilihkan berbagai tempat tinggal, dan menjadikanku di tempat tinggal yang baik dari mereka. Maka sesungguhnya kami lebih dari jiwa dan tempat tinggal mereka.” (HR. Tirmidzi)

Begitupun Abdul Muthalib, pemimpin suku Quraisy, yang merupakan kakek dari Baginda Nabi Saw. Abdul Muthalib menikahkan Abdullah, sang anak dengan Aminah, yang mana  merupakan wanita paling mulia dalam hal keturunan dan kedudukan di kalangan suku Quraisy. Abdullah meninggal ketika Sayyidah Aminah mengandung Nabi Saw.

Beberapa Peristiwa Saat Lahirnya Baginda Nabi

Ketika Aminah mengandung Nabi Muhammad Saw, beliau sama sekali tidak merasakan sakit dan berat sebagaimana yang dialami oleh para wanita pada umumnya. Bahkan Aminah tidak merasakan bahwa beliau sedang mengandung Nabi Muhammad Saw. Lazimnya seorang wanita yang sedang hamil tidak mengalami haid selama masa kehamilanya, namun berbeda dengan apa yang dialami oleh ibunda Nabi, beliau tetap mengalami haid  pada saat mengandung Nabi Saw. Itulah keistemewaan-keistimewaan yang dialami oleh Aminah ketika mengandung yang tidak dialami oleh para wanita lainnya di dunia ini.

Hingga pada masa kehamilannya, datang malaikat kepada Aminah dan beliau dalam keadaan setengah tersadar dari tidurnya, kemudian malaikat itu bertanya padanya: “Apakah kamu tidak merasakan bahwa kamu sedang mengandung?” ia menjawab: “saya tidak merasakan apapun,” lalu malaikat mengabarkan: “kamu telah mengandung pemimpin seluruh umat dan para nabinya”. Setelah malaikat mengabarkan hal ini, yakinlah Aminah bahwa ia sedang mengandung pemimpin seluruh umat. Ketika mendekati masa kelahirannya, malaikat itu kembali datang dan berkata kepadanya: “katakanlah aku meminta perlindungan kepada Allah Yang Maha Esa dari segala keburukan orang-orang yang dengki” dan berilah nama Muhammad, dan pada riwayat lain mengatakan ‘berilah nama Ahmad’. Orang yang membantu persalinan Sayyidah Aminah adalah Sayyidah Syifa. Nabi Muhammad Saw lahir ke dunia ini dalam keadaan bersujud kepada Allah, mengangkat pandangannya ke langit, dan meletakkan tangannya di atas bumi.

Nabi Muhammad Saw lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw, Sayyidah Aminah melihat cahaya keluar dari dirinya, yang mana cahaya ini menerangi seluruh penjuru Makkah hingga sampai ke Negeri Syam  dan menerangi seluruh istana-istana yang ada di Syam. Ketika itu juga, kakek Nabi Muhammad Saw, Abdul Mutholib, sedang melakukan thawaf di Baitil Haram, kemudian Sayyidah Aminah mengirimkan Nabi Muhammad Saw kepadanya serta menceritakan tanda-tanda kebesaran yang dilihatnya ketika melahirkan Nabi.

Kakeknya pun membawa Nabi Muhammad Saw ke dalam Ka’bah, meminta perlindungan kepada Allah Swt untuk cucunya serta mendoakannya, kemudian keluar dan memberikannya kembali kepada ibunya, dan memberi nama ‘Muhammad’ kemudian berkata: “aku berharap penduduk langit dan bumi memujinya dan bersyukur kepadanya atas kebaikan dan keutamaan yang telah sampai kepada mereka berkat berkah darinya (Rasulullah Saw)”.

Penamaan yang penuh berkah ini didasari oleh mimpi yang dilihat oleh Abdul Muthalib dalam tidurnya. Dalam mimpi tersebut ia melihat rantai perak keluar dari punggungnya yang terbentang dari langit hingga bumi, dari timur hingga barat dan tergambar seakan-akan seperti pohon yang mana terpancar dari setiap daunnya cahaya, dan seluruh penduduk timur dan barat pun bergantung pada rantai tersebut. Maka beliau menafsirkan mimpinya ini bahwasanya akan ada peristiwa kelahiran dari keturunanya di mana seluruh penduduk timur dan barat tunduk kepadanya, dan penduduk langit dan bumi mengagungkannya. Oleh karena itu beliau memberi nama ‘Muhammad’

Sesungguhnya apa yang dilihat oleh ibunda Nabi—dari tanda-tanda yang mengabarkan akan datangnya pemimpin seluruh umat manusia dan penutup para utusan— tidaklah menunjukkan pada apapun kecuali bahwasanya Allah Swt telah mengumpulkan seluruh sifat keutamaan para Nabi terdahulu pada diri kekasihnya Saw. Sebab ajaran yang dibawa olehnya adalah ajaran yang menyeluruh dan sempurna dari ajaran sebelumnya, sebagaimana firman Allah Swt :

اليم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

“Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah kuridhai Islam menjadi agamamu”

Kejadian lain yang cukup mengejutkan manusia di hari kelahiran Nabi Muhammad Saw, di antaranya: (i) Runtuhnya empat belas jendela dari iwanu kisro (istana kerajaan Persia), kejadian ini menunjukkan bahwa kekuasaan kerajaan Persia tidak akan bertahan lama kecuali hanya sampai pada empat belas kerajaan. Sepuluh kerajaan tersebut  runtuh dalam jangka empat tahun, dan selanjutnya empat kerajaan yang tersisa runtuh pada masa khalifah Usman Ra. (ii) Surutnya danau Bukhairoh atau Sawa yang ada di Negeri Syam, di mana ketika itu Syam berada dibawah kekuasaan Rusia. Hal ini menunjukkan akan melemahnya kekuasaan negeri mereka dan runtuhnya kerajaan mereka serta robohnya berhala-berhala mereka. Lalu (iii) padamnya api Majusi yang ada di Persia yang mana api tersebut tidak pernah padam selama lebih dari seribu tahun. (iv) Allah pun melimpahkan berbagai keberkahan bagi penduduk Makkah, dan menghijaunya Negeri Makkah, serta menjadikan pepohonan berbuah dan mendatangkan kepada mereka keberkahan di tahun kelahiran Rasulullah Saw.

Bahkan dengan bergembira atas kelahirannya saja, seorang Abu Lahab yang sudah pasti kekal di dalam neraka, Azabnya masih diringankan oleh Allah Swt. setiap hari Senin karena turut bergembira atas hari lahirnya Muhammad Saw. Jika ini yang terjadi pada orang kafir,  lantas bagaimana dengan orang yang sepanjang hidupnya bergembira dengan Nabi  Muhammad Saw. dan mati dalam keadaan bertauhid? Wallahu a’lam

(Tulisan ini disampaikan dan dijelaskan Maulana Syekh ‘Ala Muhammad Musthafa Na’imah secara langsung dari Kitab Ufuqi ‘Adzamah Muhammadiyah yang ditulis oleh Maulana Syekh Abdussalam Ali Syita)

*Penulis adalah Pimpinan Umum Majalah Latansa periode 2018-2019 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here